Keunikan Seni Menyusun Batu Dengan Seimbang (Balancing Rock)

Seni Menyusun Batu dengan Seimbang

Beberapa waktu lalu ada kejadian yang jadi perbincangan di kalangan masyarakat, dimana di Cihadu, Sukabumi, terdapat banyak batu yang tersusun bertingkat dan seimbang dengan rapi. Hal tersbut di hubungkan masyarakat dengan kejadian mistis, karena bentuk susunannya memang sangat indah di pandang mata. Tak heran memang, kenapa muncul pemikiran tersebut, karena sangat melekat di benak masyarakat mengenai cerita rakyat pembangunan candi prambanan yang dibangun dalam satu malam atas permintaan Roro Jonggrang kepada lelaki yang mencintainya Bandung Bondowoso. Candi prambanan terbuat dari tumbpukan rapi susunan batu yang begitu indah. Sehingga kejadian di Sukabumi dikaitkan dengan cerita mistis, dan kebetulan pada saat tersebut bertepatan dengan momen gerhana bulan.

1.. Batu Bersusun Di Sungai Sukabumi

Batu yang disusun di sungai di daerah Sukabumi, akhirnya di robokan atau di hancurkan karena beredar kabar mengenai mistis mengenai terbentuknya susunan tersebut

2.. Seni “Balancing Art”

Batu yang begitu besar, bisa ditumpung diatas batu yang lebih kecil dan seimbang tidak jatuh.

Padahal sebenarnya kejadian di sungai Sukabumi adalah karya dari seniman-seniman Indonesia yaitu Balangcing Art (Seni Menyeimbangkan). Seperti sebutannya, seni ini adalah menyusun dan menyeimbangkan batu-batu yang sangat beragam bentuknya, disusun dengan seimbang sehingga terlihat sangat indah, tanpa alat perekat atau di ikat, batu dapat tersusun dengan sangat rapi dan seimbang tidak jatuh atau roboh.

3.. Balancing Rock

Batu yang terdapat di tepi pantai dapat disusun menjadi tumbukan batu yang begitu indah

4.. Balancing Rock

Butuh waktu berapa lama ya menyusunnya

Seni menyusun batu sebenarnya sudah lama ada, namun akhir-akhir ini lebih terkenal, karena sudah banyak yang mempopulerkannya, di dunia internasional seni ini dikenal dengan Rock Balancing. Seniman bidang ini yang sudah terkenal seperti James Brunt, Michael Grab dan Kokei Mikuni. Mereka sangat konsisten menggeluti bidang seni ini, bahkan mereka sudah menjadikan seni ini menjadi mata pencaharian mereka, dengan menyusun batu yang sangat beragam bentuknya, ditumpuk dan seimbang, kemudian di foto, dan menjual fotonya untuk cover majalah, kalender ataupu sebagai background.

5.. Balancing Art

Dengan Batu yang begitu rumit bentuknya, dapat di susun sedemikian rupa.

Kerennn…!!!

Butuh Ekstra sabar dalam menyusunnya

 

==>Foto Selanjutnya: Model Jembatan Klik DISINI<==

Seni menyusun batu ini sebenarnya kalo dilihat sekilas adalah hanya butuh kesabaran yang lebih. Karena seni ini sekilas adalah menumpuk beberapa batu dengan kondisi yang seimbang. Namun ternyata seni Rock Balancing sangat erat kaitannya dengan dunia meditasi. Ada sebuah unsur dalam dunia meditasi yang digunakan dalam menyusun bebatuan ini yang disebut zen.

Mungkin untuk kalangan masyarakat biasa akan terasa asing dengan istilah zen, namun bagi kalangan yang melakukan meditasi atau yoga, zen sangat terkenal.

Zen adalah sebuah kata dalam bahasa Jepang yang diserap dari bahasa Mandarin yaitu Chan, yang artinya adalah suatu keadaan atau kondisi dimana manusia terbebas dari segala gangguan. Atau dengan kata lain, zen adalah kondisi dimana manusia dalam keadaan yang tenang, baik secara fisik dan pikiran. Dalam melakukan meditasi ataupun yoga, Zen merupakan hal yang akan dicapai. Karena dalam kondisi tenang terbebas dari gangguan, manusia akan fokus dalam satu hal saja, sehingga akan merasakan kedamaian dan terlepas dari semua gangguan atapun tekanan di sekitarnya.

Comments (No)

Leave a Reply