Sejarah Fotografi

PENGERTIAN DAN SEJARAH SINGKAT FOTOGRAFI

Pengertian dan Definisi Fotografi

Fotografi berasal dari dua kata bahasa Yunani, yaitu Photos dan Grafo. Photos artinya cahaya, sedangkan Grafo artinya Melukis, sehinga fotografi adalah melukis dengan cahaya. Hasil lukisan fotografi disebut sebagai foto. Diamana foto atau lukisan dari cahaya ini diperoleh dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai suatu objek yang memantul melalui sebuah media yang sangat peka dengan cahaya. Alat untuk menangkap cahaya ini dan melukisnya, itulah yang disebut dengan kamera.

Sejarah Fotografi

Fotografi sebenarnya sudah ada dari jaman dulu, bahkan dari jaman Sebelum Masehi (SM) tepatnya pada babad ke-5 SM. Sejarah fotografi diawali dari sebuah penomena ruangan gelap, yang pertama kali di sadari oleh seorang yang bernama Mo Ti. Mo Ti menyadari bahwa jika terdapat suatu ruangan yang gelap, lalu terdapat lobang kecil, maka didalam ruangan gelam tersebut, akan terrefleksikan kondisi atau pemandangan di luar ruangan tersebut namun dalam posisi terbalik melalui lubang kecil tersebut.

Setelah berabad-abad tahun kemudian, barulah ilmuwan menyadari fenomena ini, seperti Aristoteles pada abad ke-3 SM. Kemudian pada abad ke-10 Masehi seorang ilmuwan Arab yang bernama Ibnu Al Haitam (Al Hazen) berusaha membuat sebuah alat untuk menangkap penomena ini, dan saat ini alat tersebut dinamai kamera. Kemudian pada tahun 1611, Johannes Kepler memuat sebuah design “kamera” yang kecil yang diberi nama ”camera obscura” yang bentuknya seperti sebuah tenda. Didalam tenda mini ciptaanya, sangat gelap, hanya ada sedikit cahaya yang ditangkap oleh lensa yang membentuk gambar keadaan di luar tenda di atas secarik kertas.

Banyak percobaan yang telah dilakukan oleh banyak ilmuwan, yang berusaha untuk menangkap atau merekam, atau bahkan untuk mencetak refleksi dari lubang hitam tersebut, walaupun ada sedikit kemajuan, namun selalu gagal, bahkan ada yang hasilnya sangat mengecewakan. Barulah di tahun 1824 seorang seniman atau bisa juga dikatakan ilmuwan Prancis yang bernama Joseph-Nicephore Niepce (1765-1833), melalui proses yang mirip dengan lithography atau yang disebut dengan Heliogravure, mengexposed atau boleh dikatakan mencetak pemandangan luar kamarnya ke atas sebuah pelat logam yang telah dilapisi aspal, dan menghasilkan sebuah gambar, walaupun gambarnya kabur, namun gambarnya adalah gambar permanen (tidak hilang), ini lah yang merupakan tonggak sejarah fotografi yang sebenarnya, namun gambarnya belum diakui sebagai foto.

Barulah di tahun 1939, seorang desaine dan juga seorang pelukis asal Prancis bernama Louis-Jacques Mande’ Daguerre (1787-1851) berhasil membuat sebuah gambar yang permanen dan halus melalui proses yang cukup rumit. Dia membuat sebuah gambar pada selembar plat tembaga perak yang dilapisi sejenis larutan yaitu iodin. Gambar tersebut diperoleh dengan menyinari plat tersebut dengan cahaya pemanas merkuri selama satu setengah jam, dan kemudian dicuci dengan garam dapur dan juga air suling agar memperoleh gambar yang permanen. Gambar tersebut benar-benar bagus dan permanen, sehingga dinobatkan sebagai foto pertama yang sebenarnya.

Seiring berjalannya waktu, George Eastman melalui perusahaannya, Kodak Eastman, mengembangkan alat fotografi dengan menciptakan roll film dan kamera boks yang lebih kecil dan praktis. Perkembangan terus terjadi dari mulai lensa, shutter, film dan kertas foto.

Kemajuan tehnologi telah membuat kamera saat ini begitu praktis. Tidak perlu dilakukan pencetakan yang rumit seperti penemu-penemunya. Dalam dunia digital saat ini, untuk membuat sebuah foto, hanya mengambil smartphone, lalu jepret, jadilah sebuah foto. Bahkan untuk saat ini, hanya menggunakan kamera digital di smartphone, anda dapat membuat foto berukuran sangat bersar dan sangat detail.

Comments (No)

Leave a Reply