Tujuan Asuransi

Tujuan Asuransi

Pertanyaan apa tujuan dari asuransi? Kenapa harus mempunyai asuransi? Tujuan nya buat apa? Gunannya asuransi apa? enjoynews.online coba menjawab semua pertanyaan tersebut.

Dengan bahasa paling sederhana, tujuan dari asuransi adalah untuk berjaga-jaga jika dikemudian waktu terjadi suatu resiko. Resiko dalam hal ini bisa bermacam-macam seperti meninggal, kehilangan, sakit, kerusakan, kebakaran dan lain sebagainya tergantung jenis asuransinya.

Untuk lebih detailnya, beberpa tujuan asuransi adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan jaminan atau perlindungan kepada satu pihak atas resiko-resiko yang dialaminya
  2. Asuransi bertujuan juga untuk pemerataan biaya, dimana hanya dengan membayarkan atau membayarkan biaya tertentu (premi) maka tidak perlu lagi untuk membayar atau mengganti sendiri kerugian yang kemungkinan terjadi dimana jumlahnya belum tentu diketahui atau tidak pasti.
  3. Efisiensi meningkat: tidak perlu lagi untuk menghabiskan waktu, biaya dan juga tenaga untuk melaukan pengawasan dan tindakan pengamanan untuk mendapatkan perlindungan terhadap resiko.
  4. Khusus untuk asuransi jiwa, asuransi sebagai tabungan, karena jumlah yang dibayarkan tertanggung kepada asuransi, akan dikembalikan dalam jumlah yang jauh lebih besar jika tertanggung meninggal dunia, dalam hal ini penerimanya adalah ahliwaris dari tertanggung.
  5. Untuk asuransi kredit, asuransi sebagai dasar dari bank untuk memberikan kredit kepada debiturnya, karena bank juga memerlukan jaminan perlindungan atas uang yang diberikan kepada debiturnya atau peminjam uang ke bank.
  6. Pengalihan resiko: resiko pada awalnya berada pada pihak pemilik objek yang diasuransikan, beralih kepada pihak asuransi.
  7. Untuk memberikan ganti rugi kepada pihak-pihak yang berhubungan atau bersangkutan dan juga bisa mendapat keuntungan dalam konsisi tertentu.
  8. Memberikan ketenangan dan menghilangkan rasa was-was pada tertanggung atas resiko yang mungkin terjadi di kemudian hari, karena resiko tersebut sudah diambil alih oleh pihak asuransi.

Fungsi Asuransi

Fungsi inti dari asuransi pada umumnya adalah manajement atau pengendalian resiko yang mungkin terjadi dari suatu objek yang diasuransikan. Selain dari pada itu, asuransi juga mempunyai fungsi lain, yaitu:

  1. Penghimpun dana

Tugas paling besar asuransi adalah menghimpun atau sebagai penghimpun dana yang masuk dari nasabah (premi). Dana yang masuk ini akan disalurkann atau dii investasikan ke perusahaan atau bisnis lain sehingga dana yang telah terkumpul ini menjadi lebih produktif. Investasi yang dilakukan perusahaan asuransi ini akan meningkatkan nilai dari dana tersebut yaitu dalam bentuk laba dari perusahaan tempat dana tersebut di investasikan. Dengan meningkatnya nilai dana tersebut, maka juga akan menekan biaya asuransi dan unsur presentasi laba akan di perhitungkan untuk mengurangi premi yang ditetapkan. Keuntungan atau laba tersebut juga akann menunjang untuk menutupi biaya opersional dari perusahaan asuransi tersebut.

  1. Bantuan untuk perusahaan bisnis

Dengan adannya asuransi akan mendorong pengusaha atau investor untuk focus dalam pengembangan usahanya, tanpa kwatir dengan resiko bencana yang mungkin terjadi, dan hanya dengan membayar premi yang relative kecil, pengusaha tidak perlu lagi mengalokasikan modal atau dana untuk persiapan menghadapi bencana jika terjadi nanti dimana biasanya  dana cadangan untuk bencana pasti jauh lebih besar disbanding dengan premi yang dibayarkan, sehingga pengusaha dapat memperluas dan memperbaiki usaha, karena terhindar dari kekwatiran terjadinya resiko bencana bisnis nya.

  1. Pengurangan risiko

Pihak perusahaan asuransi biasanya akan melakukan survey terhadap tertanggung, dan memberikan solusi atau rekomendasi untuk meminimalisir resiko yang mungkin terjadi. Perusahaan asuransi akan memberikan saran, bagaimana caranya untuk mengurangi resiko, dan saran ini pasti sangat berguna untuk meningkatkan nilai ekonomis dari tertanggung.

  1. Penyebaran Kerugian

Dengan besaran premi atau iuran yang wajib dibayarkan oleh tertanggung, akan mengalihkan suatu resiko kepada pihak perusahaan asuransi, sehingga kerugian yang mungkin terjadi akibat suatu resiko atau bencana dikemudian hari akan menyebar secara merata.

Apa-apa saja yang dapat di asuransika? Untuk mengetahuinya silahkan baca:

Jenis-jenis Asuransi

Comments (No)

Leave a Reply